|
<download >
2.3 Mb (lengkap) file zip /
chm
download alternatif >
( Lengkap ) >
download alternatif >
( Lengkap ) >
<download >
1.7 Mb (bag I) file zip / chm
<download >
602 Kb (bag II) file zip / chm
PENGANTAR
PROF. DR. MUHAMMAD KAMAL HASSAN
REKTOR UNIVERSITAS ISLAM INTERNATIONAL MALAYSIA (UIIM)
Buku
yang ada di tangan
anda, penulisnya, Profesor Muhammad Mustafa al-‘Azami, sudah lama
saya kenal. Kepeduliannya terhadap karya negatif pihak Orientalis
menjadi fokus perhatiannya sejak awal. Beliau salah seorang ilmuan
terkemuka yang memiliki latar belakang pendidikan Timur dan Barat.
Di dunia Islam beliau dikenal sebagai seorang ilmuan kenamaan di
bidang ilmu hadith.
Tentunya tidak seperti
kebanyakan ilmuan lain, yang biasanya, setelah ditraining dalam
institusi pendidikan Barat, merasa silau dan bahkan muji-muji
ketinggian budaya dan sistem kajian Islam mereka tanpa daya analisis
dan kritis. Justru sebaliknya, risalah Ph.D-nya yang diajukan pada
Cambridge, secara lugas membahas kekeliruan pihak Orientalis dalam
memahami asal usul ilmu
hadith yang begitu unik.
Penguasaannya terhadap sumber keislaman khususnya dalam bidang ilmu
hadith
ini telah mengantar beliau ke
pentas international dalam bidang studi Islam. Rasanya, sangat tepat
Yayasan Raja Faesal yang bermarkas di Riyadh, Saudi Arabia, telah
menganugrahkan kepadanya Hadiah Malik Faesal atas karya-karya di
bidang ilmu hadith
yang
beliau geluti sejak dulu.
Penulis merasa
betapa pentingnya mengcounter pendapat Orientalis yang seringkali
mengelirukan dengan menggunakan argumentasi ilmiah. Karya ini sangat
penting untuk disimak apalagi dalam cuaca akademis pasca
pemerintahan Soeharto yang banyak diwarnai polarisasi pemikiran yang
begitu beragam yang, kadang-kadang, cenderung destruktif terhadap
kesucian ajaran Islam. Kami merasa prihatin atas imbas pemikiran
Orientalis yang semakin mekar dan ini pula yang mengilhami pemikiran
kami menugaskan empat ilmuan asal negeri ini, Dr. Sohirin M. Solihin,
Dr. Anis Malik Thoha, Dr. Ugi Suharto dan Lili Yulyadi, yang tengah
bertugas sebagai staf pengajar pada universitas kami untuk
menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Dalam pemantauan kami,
pihak Orientalis sedang mengalihkan perhatian begitu besar terhadap
perubahan pemikiran Islam di Indonesia yang sudah bermula sejak awal
tahun 1980-an. Karya-karya ilmuan Muslim yang mengikuti jejak
Orientalis seperti Hassan Hanafi, Nasr Hamid Abu Zaid, Muhammad
Arkoun, dan lainnya cukup mampu menarik minat di kalangan ilmuan
Muslim.
Buku ini membahas,
antara lain, berbagai kritikan yang dilontarkan pihak Orientalis
tentang
Al-Qur'an dari berbagai dimensi
pemikiran. Tudingan terhadap perbedaan susunan
surah-surah,
sistem bacaan yang berbeda,
kelainan mushafpara sahabat dengan mushaf 'Uthmani, semuanya dibahas
secara lugas dalam mematahkan hujjah yang seringkali didewakan pihak
Orientalis. Nuktah-nuktah kritikan Orientalis ditangkis oleh penulis
dengan menyentuh akar permasalahan dari kesalahan sumber-sumber yang
mereka pakai dan kejahilan terhadap sistem studi Islam yang dipoles
dengan kajian mereka terhadap kitab suci orang Barat (The
Bible)
yang, katanya,
betul-betul rapuh dan tidak representatif Yang lebih menarik lagi,
beliau mampu mengetengahkan pendapat yang meyakinkan tentang asal
usul penulisan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang betul-betul,
kata beliau, meragukan dan jauh berbeda dengan keutuhan kitab suci
Al-Qur'an yang terpelihara sejak diturunkannya. Bukti-bukti yang
dipakai bukan dilandasi oleh sikap emosional melainkan dilacak dari
sumber-sumber ilmiah dan otoritatif guna membuktikan kepalsuannya.
Jika kita telusuri,
nampak kekentalan komitmen penulis terhadap ajaran
Islam sebagai
landasan berfikir, prilaku, budaya, dan konstitusi. Nampak juga
beliau ingin meletakkan pendapatnya sebagai bamper dalam menghadapi
segala bentuk serangan negatif pihak Orientalis terhadap Al-Qur'an
dan ajaranNya. Salah satu cara yang efektif, begitu kata penulis,
Orientalis ingin menyihir para ilmuan Muslim agar mau menerapkan
sistem studi Islam dari sisi pandangan Barat dalam mengkaji Alkitab
(The
Bible).
Nampaknya, penulis
benar-benar geram dan apa
pun rencana pihak Orientalis
terhadap Al-Qur'an, tidak dapat dihadapi dengan slogan kosong
seperti yang biasanya dipakai oleh sementara kelompok yang kebesaran
semangat tanpa mempelajari segi-segi kelemahan agama dan budaya
pihak lain dari sumber yang autentik. Saat pihak Orientalis menuding
kelemahan kompilasi Al-Qur'an, pengaruh ajaran Judeo-Christian
terhadapnya, dan Muhammad sebagai imposter, penulis menangkis semua
tuduhan dengan menguak asal usul Alkitab (The
Bible)
yang penuh kerancuan.
Hujah-hujah yang dipakai sangat signifikan bagi yang berminat
menggali lebih dalam tentang sejarah Perjanjian Baru (PB) dan
Perjanjian Lama (PL). Jika di awal tahun 1980an Maurice Buccaile
sempat menyajikan kajian ilmiah Kitab Suci Al-Qur'an, di mana
kebenarannya sengaja ingin ditutup-tutupi oleh dunia Barat,
konstribusi Mustafa al-‘A,zami adalah pembuktian ilmiah atas dasar
sumber-sumber Barat tentang kerancuan Alkitab dan agenda tertentu
pihak Orientalis yang dimanfaatkan oleh kepentingan Barat sebagai
senjata ampuh dalam menundukkan kembali dunia Islam sebagai
slavery baru. Barangkali sementara pihak ada berpendapat tidak
perlu mengangkat permasalahan seperti ini demi mempererat kerjasama
Timur dan Barat: Islam dan Kristen. Nampaknya sikap ‘Azami sengaja
ingin mendemonstrasikan bagaimana pihak Orientalis menghujat tentang
kompilasi Al-Qur'an melalui metode pendekatan sistem studi agama
Barat yang ingin dipaksakan dalam kajian Al-Qur'an. Kami harap karya
ini dapat memberi sumbangan yang berarti dalam memenuhi khazanah
keilmuan Islam sebagai panduan hidup seperti diharap oleh
pengarangnya.
Kuala Lumpur,
Maret 2005
PROF. DR. MUHAMMAD KAMAL HASSAN
<download >
2.3 Mb (lengkap) file zip /
chm
download alternatif >
( Lengkap ) >
download alternatif >
( Lengkap ) >
<download >
1.7 Mb (bag I) file zip / chm
<download >
602 Kb (bag II) file zip / chm
|