|
< download buku >
271 Kb file zip / chm
PENGANTAR PENULIS
AIhamdulilahi Rabbil ‘Alamin.
Salawat dan salam kepada Rasulullah saw.,
keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia sampai
akhir zaman.
Penulis
sangat bersyukur kepada Allah karena telah menyelesaikan naskah
ini. Di sini, penulis memaparkan hujatan dan kritikan para sarjana
Yahudi-Kristen
terhadap Al-Qur'an, yang bermula sejak 13 abad yang lalu. Hujatan
dan kritikan tersebut dengan berbagai variasi argumentasi terus
bergema hingga saat ini.
Bab
Pertama di dalam buku ini akan mengungkap hujatan tokoh-tokoh
Kristen terkemuka kepada Al-Qur'an. Hujatan tersebut yang
dilontarkan sejak abad ke-8 M, muncul karena mereka meyakini Bibel
sebagai
God's word.
Menurut mereka, jika Al-Qur'an mengkritik Bibel, maka Al-Qur'an
adalah karya setan. Bibel dijadikan tolak ukur menilai Al-Qur'an.
Apa saja yang bertentangan dengan Bibel, maka Al-Qur'an yang salah.
Pada abad ke-17 M,
studi kritis Perjanjian Baru mulai
berkembang di Barat. Setelah
mengkaji kritis Perjanjian Baru, para teolog Kristen menemukan
sejumlah permasalahan yang sangat mendasar. Ternyata Perjanjian Baru
telah mengalami berbagai penyimpangan
(tahrif).
Akhimya, Perjanjian Baru yang selama ini dijadikan textus receptus
ditolak secara total pada tahun 1881.Kajian kritis Bibel
(biblical criticism)
menghasilkan berbagai metode analisa teks. Para sarjana Barat
menjadikan berbagai metode Bibel tersebut sebagai kerangka dasar
untuk membingkai studi Al-Qur'an. Filsafat hermeneutika yang
berkembang dari studi Bibel ikut diadopsi oleh beberapa sarjana
Muslim kontemporer seperti Mohammed Arkoun dan Nasr Hamid untuk
diserap ke dalam studi Al-Qur'an. Ini yang menjadi pembahasan pada
Bab Kedua.
Bab Ketiga akan membahas
dan menjawab kritikan para orientalis modern dan kontemporer yang
menggunakan metodologi Bibel untuk mengkritik Al-Qur’an. Mereka
menyimpulkan Al-Qur'an Mushaf 'Uthmani telah mengalami berbagai
tahrif Oleh sebab itu, Al-Qur'an edisi kritis diperlukan.
Bab Keempat akan
memaparkan kajian yang dilakukan sarjana Yahudi-Kristen mengenai
kosa-kata asing di dalam Al-Qur’an. Mereka memformulasi "teori
pengaruh" untuk menyimpulkan Muhammad bukanlah seorang yang buta
huruf Muhammad bisa menulis dan membaca. Kesimpulan tersebut dibuat
untuk menjustifikasi pendapat sepanjang zaman kalangan
Yahudi-Kristen, bahwa Al-Qur’an adalah karangan Muhammad. Sebagai
pengarang Al-Qur'an, Muhammad mesti mengetahui bacatulis. Jadi.
Muhammad bukan seorang ummi.
Penulis menghadapi
berbagai kesukaran dalam proses penulisan buku ini. Oleh sebab itu,
penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai individu yang
telah memudahkan proses penulisan buku ini. Kepada Adian Husaini
yang memberi sokongan moral untuk menyelesaikan naskah ini. Beberapa
literatur di dalam buku ini tidak penulis dapatkan di
perpustakaan-perpustakaan yang ada di beberapa Universitas
Malaysia. Oleh sebab itu, penulis berterima kasih kepada Syamsuddin
Arif karena telah
mengirimkan beberapa bahan dari Jerman. Kepada Mustafa Munawwar
karena telah membantu penulis menghadapi masalah mengenai program di
komputer. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Nuim Hidayat
yang sempat membaca dan mengusulkan perbaikan naskah, sebelum
diterbitkan. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada teman-teman
di INSISTS (
Instilute for the Study
of Islamic Thought and Civilizatio)
karena telah membantu penulis dalam berbagai hal. Terakhir, bukan
berarti yang paling akhir, penulis mengucapkan terima kasih kepada
istri tercinta, Irma Draviyanti Soekirno karena banyak membantu,
ketika penulis mecnghabiskan waktu untuk menulis buku ini. Semoga
Allah membalas pahala mereka sernua. Allshumma Amin.
Akhirul kalam,
mudah-mudahan Allah meridhai isi buku ini. Semoga buku ini
bermanfaat dan menyadarkan kaum Muslimin akan tantangan yang
terus-menerus diajukan kalangan Yahudi dan Kristen terhadap
Al-Qur'an.
Kuala Lumpur, 3 April 2005/24 Safar 1426
H.
< download buku >
271 Kb file zip / chm
|