|
< download >
290 Kb file zip / chm
TENTANG PENGARANG
James Barr lahir
pada tahun 1924 di Glasgow, Skotlandia. Dia belajar di Universitas
Edinburgh (1941--1951), diselingi tiga tahun dinas di angkatan laut
(1942--1945). Setelah tamat "cum laude" dalam bidang sastra klasik
(1948), dan dalam bidang Teologia (Perjanjian Lama) (1951), dia
menjadi pendeta jemaat Gereja Skotlandia di Tiberias, Israel, selama
dua tahun. Sesudah itu dia menjadi professor Perjanjian Baru di
Montreal, Kanada (1953); kemudian professor Perjanjian Lama di
Edinburgh (1955), Princeton, A.S. (1961), Manchester, Inggris
(1965), dan Oxford, Inggris (1976). Sejak 1978, dia menjadi Religius
Professor of Hebrew, Universitas Oxford.
Sebagai professor-tamu,
penceramah, dan ahli-riset, Professor Barr telah mengunjungi
berbagai negara termasuk: Amerika Serikat, Jerman Barat, Australia,
Israel, Yunani, Turki, Mesir, Lebanon, Ethiopia, dan Tunisia.
Karangan-karangan
Professor Barr yang terpenting adalah: The Semantics of Biblical
Language (OUP., 1961); Old and New in Interpretation (SCM., 1966);
Comparative Philology and the Text of the Old Testament (Clarendon,
1968); Biblical Words for Time (SCM., 1969); The Bible in the Modern
World (SCM., 1973); Fundamentalism (SCM., 1977).
Professor Barr
menikah pada tahun 1950, dan mempunyai tiga anak.
KATA
PENGANTAR
Buku berjudul "Alkitab di
Dunia Modern" ini merupakan terjemahan dari "The Bible in the Modern
World," yaitu suatu rentetan ceramah yang diberikan pada tahun 1970
di Universitas Edinburgh, Skotlandia, di dalam rangka seri "Croall
Lectures."
Penterjemah sempat
menghadiri rentetan-ceramah itu di Edinburgh, dan merasa tertarik
kepada cara-pembahasannya yang jujur, terbuka, dan segar. Karena itu
dia merasa girang waktu bahan ceramah-ceramah itu diterbitkan dalam
bentuk buku pada tahun 1973.
Pada tahun 1977,
penterjemahan "Alkitab di Dunia Modern," dipakai dalam bentuk
stensilan, sebagai bahan untuk seminar teologia Perjanjian Lama, di
Sekolah Tinggi Teologia "Duta Wacana," Yogyakarta. Tanggapan
mahasiswa terhadap buku ini adalah menarik: waktu baru mulai
berkenalan dengan isinya, ada yang mencapnya "radikal," atau
merupakan "serangan terhadap kekudusan Alkitab," atau "kurang
relevan dalam konteks situasi teologia di Indonesia." Akan tetapi di
dalam proses membahasnya, timbullah dua kesan: yang pertama ialah
bahwa gereja-gereja kita justeru terancam bahaya, kalau kita (terutama
pendeta para teolog) tidak ikut menggumuli masalah-masalah yang
memikat perhatian James Barr dalam buku ini; dan kesan kedua ialah
bahwa cara-pemecahan masalah status Alkitab yang digariskan James
Barr, justeru dapat membuka kemungkinan bagi kita mencapai keyakinan
dan keberanian yang lebih kokoh, dalam menggunakan Alkitab sebagai
landasan kebaktian, pemberitaan, dan pelayanan Kristen.
Apa yang ditulis James
Barr sendiri adalah tepat:
"Kalau kita tidak berusaha
mencari penjelasan yang logis-akaliah tentang status Alkitab di
gereja masa kini, maka alternatifnya adalah hanya dua:
-
Kita meninggalkan konsep
"status Alkitab yang istimewa" itu sama sekali, serta mengaku
bahwa soal itu tidak penting lagi; atau
-
Kita tetap menegaskan
bahwa Alkitab masih mempunyai status-unik seperti pada jaman
dahulu kala; walaupun kita tidak sanggup mendukung keyakinan itu
dengan argumentasi-argumentasi yang logis-akaliah, melainkan hanya
dengan desakan bahwa bagi kita Alkitab memang berstatus demikian."
Apakah tidak nampak gejala
bahwa beberapa banyak pemimpin dan anggauta gereja-gereja kita kini
mulai cenderung pada alternatif b) itu? Kalau benar demikian, apakah
tidak menjadi kepastian bahwa lambat-laun sikap itu akan mematahkan
semangat keyakinan kita, melumpuhkan kesaksian kita, dan mematikan
dialog kita dengan dunia sekitar? Maka oleh sebab itu, bahan yang
disajikan James Barr ini patut digumuli dan dimanfaatkan oleh
pemikir-pemikir Kristen, baik pendeta maupun awam.
Terima kasih kami yang
sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Professor James Barr, yang
mengijinkan serta merestui usaha penterjemahan ini.
Terima kasih pula
diucapkan kepada S.C.M. Press, 56 Bloomsbury Street, London, yang
mengijinkan penerbitan penterjemahan ini, dengan tidak mengambil
hak-hak penerbit yang ada dalam wewenangnya.
Akhirnya, penterjemah
mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa tingkat sarjana di
STTh. "Duta Wacana," yang membuktikan relevansi bahan ini dalam
konteks Indonesia, melalui tanggapan dan diskusi yang hangat.
Dr. I. J. Cairns
< download >
290 Kb file zip / chm
|